Skincare

REVIEW: Lush – Mask of Magnaminty (Bahasa Indonesia)

Lush adalah salah satu brand skincare yang sudah lama menarik perhatian saya. Dari semua produk-produk Lush, yang paling sering saya dengar adalah Mask of Magnaminty. Akhirnya kesampean juga nyoba masker ini! Mask Of Magnaminty ini adalah masker wajah yang lebih berfungsi untuk deep cleansing. Selama ini yang saya dengar, masker ini direkomendasikan banget untuk yang tipe kulit wajahnya oily. Tapi nggak jarang juga saya dengar kalau yang tipe kulit wajahnya kering seperti saya, cocok juga dengan masker ini.

Berikut info tentang Mask Of Magnaminty yang saya kutip dari website Lush:

This tingly, minty face and body mask was formulated to be intensely cleansing but never harsh or abrasive. Kaolin clay and peppermint oil rid your pores of debris, giving you a delightfully tingly clean sensation. We add loads of ground aduki beans to exfoliate flaky or dry skin, vanilla absolute to calm redness and honey to soothe and moisturize.
How to use: Smooth mask all over your skin. Leave on for 15 minutes then rinse off with warm water, massaging as you go.

Ingredients:

Bentone Gel (Hectorite) Kaolin Honey Talc Ground Aduki Beans (Phaseolus Angularis) Glycerine Evening Primrose Seeds (Oenothera biennis) Peppermint Oil (Mentha Piperita) Tagetes Oil (Tagetes Minuta) Vanilla Absolute (Vanilla Planifolia) *Limonene Fragrance Methylparaben Chlorophyllin

Packaging: Saya selalu suka sama packaging yang warnanya black and white, mau itu skincare ataupun makeup. Jadi ya jelas saya suka banget sama packaging Lush ini. Semua packaging Lush ini menggunakan material yang recycled dan recyclable. Mereka memang concerned banget sama packaging waste. Malah setau saya untuk produk-produk tertentu seperti Shampoo Bars contohnya, mereka nggak memberikan packaging sama sekali. Jadi kalau berencana mau beli langsung kesana, make sure bawa tempat sendiri untuk membungkus ya, mungkin bisa pakai kain atau wadah plastik.

Nah di packagingnya juga tertera kapan masker ini dibuat, kapan masker ini akan kadaluarsa, dan siapa nama staff Lush yang membuat masker ini lengkap dengan ilustrasi wajahnya. Lucu ya! Menurut saya ini terkesan personal sih, jadi berasa aja kalau mereka memang memperhatikan dan care sama customernya. Nama staff yang membuat masker ini kebetulan namanya Paru, unik ya namanya hihi.

Bisa dilihat kalau umur masker ini cukup pendek, 4 bulan saja. Jadi saran saya, lebih baik beli yang ukurannya paling kecil seperti yang saya punya (125 g). Karena sayang kan, kalau sudah beli yang besar tapi produknya sudah kadaluarsa duluan padahal masih tersisa banyak.

Texture and Scent: Tekstur masker ini lumayan thick, tapi begitu di apply ke wajah nggak susah. Dalam arti kita nggak perlu apply banyak untuk bikin maskernya rata ke seluruh wajah. Bisa dilihat ada butiran scrub di masker ini, butiran ini ternyata adalah Ground Aduki Beans yang fungsinya untuk eksfoliasi. Wangi masker ini enak banget! Menurut saya sih wanginya seperti perpaduan antara chocolate dan mint. Bukan hanya wanginya, tapi sensasi mint nya ini berasa banget di wajah alias dingin! Ternyata wangi dan sensasi ini berasal dari salah satu ingredientnya, yaitu Peppermint Oil. Saya biasa pakai selama 15-20 menit, dan sensasi dinginnya itu baru hilang kalau saya bilas. Nggak ada rasa perih atau tingly selama masker dipakai, justru sensasi dingin ini bikin rileks dan fresh.

Effectiveness: Sebagai masker yang berfungsi untuk deep cleansing, menurut saya masker ini bekerja dengan baik. Setiap habis pakai masker ini, kulit saya terasa lebih bersih dan cerah. Satu hal yang saya notice, kalau lagi muncul jerawat lalu saya pakai masker ini, sesudahnya saya merasa jerawat jadi lebih cepat kering tanpa memberi efek kering di area wajah yang lain. Which is good! Jadi untuk yang kulitnya kering seperti saya, nggak perlu khawatir pakai masker ini.  Karena fungsi masker ini juga sebagai eksfoliasi saat dibilas, saya cuma pakai masker ini 1-2 kali seminggu.

Price and Where to Buy: Karena toko Lush belum ada di Indonesia, jadi harus beli online atau melalui JasTip (jasa titip). Saya beli dengan harga IDR 240.000 (sudah termasuk biaya JasTip dari Jepang) untuk ukuran 125 g.

Final Thoughts: Sejauh ini saya sangat puas dengan Mask Of Magnaminty. Saya sangat merekomendasikan ini untuk yang lagi mencari masker dengan fungsi deep cleansing. Saya kurang tahu apakah masker ini cocok untuk yang kulitnya sensitif. Kemungkinan saya akan repurchase kalau masker ini sudah habis, tapi saya juga sangat tertarik untuk mencoba produk-produk lain dari Lush.

Disclaimer: This post is not sponsored. This post does not contain a paid product placement or ad. All opinions (good or bad) are solely my own.

8 thoughts on “REVIEW: Lush – Mask of Magnaminty (Bahasa Indonesia)”

    1. Iya Lush ini yang paling deket dari kita di Singapore tokonya, cuma katanya sih harganya lebih murah di Jepang😆 Iya gemes banget ya mbaa! Jadi terkesan personal gitu hihi

    1. Iya emang pricey ya mengingat umur maskernya juga nggak panjang💸 tapi setiap maskeran pake ini kyk pingin dimakan aja rasanya hihi🤤

    1. Aku pun kayaknya akan beli share in jar dulu deh kalo mau beli lagi🙈 ini aja pake berdua kakak nggak habis-habis😂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *